Senin, 07 Januari 2013

Kau dan Hati ku

Diri seakan ingin membencimu
namun hati tak bisa lupakanmu
diri dan hatiku seakan tak pernah sejalan
dan seakan tak pernah bisa mengerti tentang apa yang kau ingini
aku tanya pada doa . . .
tentang apa yang telah terjadi pada hati dan diri
aku bertanya mengapa semua harus terjadi ?

Karna jika ini memang yang terbaik
kamu adalah kenangan terindah yang TUHAN kasih buat aku dan takkan pernah terlupa . . .

Mengenangmu


Dalam hujan aku menamaimu kenangan, dalam gerimis aku mengenangmu sambil menangis dalam badai aku telah letih berandai-andai  . . .
Jika aku di Tanya kapan terakhir aku merasakan cinta? Ya saat bersama kamu lah jawabnnya , apa mungkin bisa kan terulang lagi ? hanya waktu yang akan bisa menjawabnya . . .

Dan sekarang tugas ku telah selesai TUHAN, aku serahkan dia pada yang bisa LEBIH mengerti dia dan membuatnya bahagia.
Lindungi dia TUHAN ketika penjagaan ku tak tak bisa lagi sampai kepadanya.
Kuatkan aku TUHAN aku hanya ingin melihatnya bahagia meski tanpa aku dan kali ini aku ikhlas melepasnya . . .

Untuk kamu yang kumaksud,
terima kasih karna telah mengukir nama kamu di hatiku,
terima kasih juga sudah buat cerita indah dalam bingkai kehidupanku . . .

Sabtu, 05 Januari 2013

Kenyataan tentang dirimu


 Kini tak ada lagi kata kita tak ada lagi kau dan aku ,
Sekarang hanya ada kau dan dirinya ,

Entah harus bagaimana aku mendengarnya ,
Bahagia kah atau justru sedih ?
Mendengar kabar bahwasanya aku tahu kau telah menemukan wanita yang kau mau ,
Luka hati ku pun belum sembuh benar tapi mengapa kau menambah luka itu  , kau seakan sengaja agar kelak aku merasakan sakit hati ,
Seakan kini terlinas di pikiranku apakah dulu kau membuat semua masalah yang ada , membuat seakan diriku lah yang salah , seakan diriku yang selalu tak mengerti dirimu , semua pertanyaan itu muncul ketika aku tahu bahwasannya kau mencari masalah karna ingin berpisah dengan ku . . .
Perkataan mu dulu adalah perkataan yang tak ada isinya ,perkataan yang tak bermakna di hati dan fikiranmu . . .
Dulu kau yang memilih aku untuk mengisi hati mu namun mengapa sekarang kau juga yang menyakitiku  . . .
Di depan mu pun kini aku harus bersikap biasa-biasa saja , bersikap seolah-olah tak ada rasa sakit yang aku rasa , seolah-olah aku baik-baik saja . . .
Seandainya aku bisa meminta ingin rasanya aku memaki-maki dirimu yang telah menduakan ku di saat aku bersusah payah mempertahankan hubungan kita , ingin rasanya aku jauh dari mu , jauhhhhhhhhh sekali , sampai mata ini tak lagi bisa melihat dirimu . . .
Namun sekarang aku mengetahui siapa sebenarnya dirimu , karna secara tak langsung lewat tindakan mu lah aku mengetahui bahwa kau lelaki yang tak pernah memenuhi janji . . .

Salam hangat untuk cintamu,semoga kau bahagia dengan dirinya . . .

Perasaan ku



ketika aku terbangun dari tidur ku pada saat itu aku masih mengingatmu , mengingat akan kenangan indah yang pernah kita lalui , aku pun masih mencari tahu tentang kabar mu, sedang apa kau sekarang dan bersama siapa kah kau di sana ? .
ketika aku tahu kabarmu saat itu pula kau telah menambah luka di dalam hati ku, luka hati yang dulu belum sembuh benar tapi telah kau tambah lagi .
entah apa sebenarnya yang kau mau dari ku , semua yang kau mau pun telah aku penuhi , tapi mengapa kau seakan membuat aku yang selalu salah dalam hubungan kita dulu ? kau seakan menjadikan aku sebagai senjata atas kesalahan yang telah kau perbuatan ?
mungkin aku dulu memang bodoh, bodoh atas perasaan ku kepadamu,setiap aku terbangun dan membuka mata ku ini di pagi hari selalu di fikiranku terlintas apakah semua ini mimpi atau memang ini adalah kenyataan ?itu lah pertanyaan-pertanyaan yang selalu aku tanyakan kepada tuhan ketika mata ini sudah mulai terbuka .
itulah mengapa sampai pada saat ini aku bingung dengan keadaan ini , apakah dulu memang aku yang bersalah atau kau yang berusaha mencari kesalahan agar kau aman di posisimu ? dulu kau selalu mengajariku tentang arti kejujuran namun kau pula yang tak jujur, dulu kau yang mengajariku tentang bagaimana cara menghargai pasangan , namun kau pula yang tak menghargai pasanganmu,dulu kau juga yang telah mengajariku aku tentang kpercayaan , namun lagi-lagi kau juga yang telah mengkhianatinya ? sebenarnya untuk apa kau mengajariku akan semuanya kalau sejatinya kau pun tak tahu arti dari semua itu ?
dulu kau sering berkata pada ku bahwa kau mampu untuk membahagiakan ku , seakan mengerti tentang hati dan perasaan ku ?namun kemana semuanya sekarang ?ketika aku menanyakan semua itu kau justru marah kepada ku dan menganggap bahwa aku tak mengerti kamu , ketika aku meminta semua janji-janji mu kau malah memustkan dengan alasan rasa mu telah pudar kepdaku? Ini yang kau katakan bahwa kau mampu untuk membahgiakan ku, ini yang kau bilang bahwasannya kau tak akan melukai dan akan selalu menemani hari-hari ku ? apa ini ? ini arti dari semua perkataanmu ?
lewat tindakanmu aku mengerti, lewat caramu aku memahami , dan lewat semua kejadian yang telah aku alami bersamamu aku pun tahu kalau kau memang sepert itu, kau memang tak seperti yang dulu ku kenal, kau berubah mungkin karna sudah mengenalny? Dan sekarang takdir lah yang membuat aku tahu, takdir yang sudah menjawab semua pertanyaan ku takdir yang membuat aku tidak menunggu sesuatu hal yang tak pasti . . .